Majalah Hidup Sehat Vol 15: Oktober 2017 - Page 9

perantaranya. Neurotransmitter berperan dalam pengaturan sistem kerja antar neuron, sehingga apabila terjadi gangguan pada neurotransmitter, maka neuron-neuron akan bereaksi abnormal. Ada 2 golongan jenis sel-sel saraf, yang pertama adalah excitatory dengan neurotransmitter kimiawinya (Glutamat) dan yang kedua adalah inhibitory dengan neurotransmitter yang berperan GABA (Gamma Amino Butyric Acid). Kedua jenis sel saraf di atas berfungsi secara harmoni atau seimbang untuk melaksanakan fungsi otak dengan baik. Dalam pemahaman neurosains dewasa ini, mulai aspek genetik dan sistem organ, serta networking saraf-saraf di otak. Dalam penciptaan teknologi yang mampu mengimplementasikan gagasan tentang pemetaan otak, yang memberikan gambaran diagram sirkuit otak secara rinci, dan selanjutnya melahirkan pemahaman fungsional otak secara detail. Setelah mendapatkan pemahaman yang sangat detail tentang makro anatomi dan microcircuit susunan fungsi saraf berdasarkan perannya secara normal, serta hubungannya dengan berbagai komponen sistem saraf. Komponen tersebut bisa berupa, komponen elektrikal, komponen kimiawi, Ilustrasi penelitian yang menggunakan cahaya optogenetics Cahaya laser dapat memprogasi sel saraf dan semua komponen yang dibutuhkan atas kehidupan sistem saraf. Ternyata penentuan fungsi otak, tergantung pada area dan jenis sel-sel saraf yang menyusunnya. Contohnya, kalau secara makro anatomi, area otak depan (Prefontier Cortex) sangat menentukan fungsi motorik, area otak belakang (Occipital Cortex) menentukan fungsi penglihatan atau vision, area otak samping (Parietal Cortex) menentukan fungsi perasaan atau somatosensori, otak tengah (Hippocampus) berperan penting dalam fungsi belajar dan mengerti, serta mengingat (learning and memories). Selain ditentukan oleh area, fungsional otak secara microcircuit anatomy, sangat ditentukan oleh peran jenis sel-sel otak (Excitatory & Inhibitory), khususnya inhibitory neuron memiliki variasi fungsional yang sangat banyak dan berdasarkan intrinsik fisiologinya terdiri atas: fast spiking, regular spiking, adapting spiking, irregular spiking, dan banyak lagi jenis lainnya. Berdasarkan makro dan mikro anatomi otak di atas, berkat penemuan optogenetics tool neuro sains (Aktivasi Sel neuron ChR2, dan inhibisi atau penghambatan NpHr, ArcR). Dengan menggunakan bioteknologi (Bioenginering) dan metode Gene Therapy, protein jenis optogenetics tersebut ditranslasikan ke dalam sel-sel neuron di otak, kemudian diberikan sinyal elektrik atau jenis cahaya laser tertentu, misalnya: Laser cahaya biru (Blue light), Laser Cahaya oranye (Orange Light), ataupun HidupSehatMedia.com | 9