Majalah Hidup Sehat Vol 15: Oktober 2017 - Page 8

Deep Brain Stimulations Pemanfaatan Cahaya Laser untuk PENGOBATAN PENYAKIT OTAK Berita yang sangat menghebohkan di jurnal ilmuwan yang sangat bergengsi, seperti: Nature, Sciences, Cell, dan New England Journal of Medicine. Keempat jurnal internasional tersebut merupakan kiblat atau kitab sucinya para ilmuwan di seluruh dunia, telah memberitakan penemuan yang luar biasa di bidang neurosains. Penemuan neurosains tersebut sangat penting, mendasar dan fundamental terhadap pemahaman dan manfaatnya dalam mengobati untuk mengatasi berbagai kelainan pada gangguan sistem neuron atau sistem saraf serta kelainan otak manusia. Teknologi yang menghebohkan tersebut, oleh para ilmuwan neurosains menyebutnya “Optogenetics”. Optogenetics menjadi harapan penyembuhan penyakit otak dan sistem neurosains yang diderita, lebih dari satu milliar jiwa penduduk dunia. A. Optogenetik Sebagai Teknologi Terkini Optogenetics, adalah sebuah teknologi penelitian dan akan dikembangkan sebagai suatu metode pengobatan penyakit-penyakit otak dan kelainan sistem saraf, yang cara kerjanya bertumpu 8 | MAJALAH HIDUP SEHAT Oktober 2017 pada manipulasi genetik pada sel-sel saraf yang spesifik di otak. Selanjutnya sel-sel saraf yang telah mengalami manipulasi tersebut dirangsang dengan cahaya laser yang spesifik untuk mengontrol fungsinya. Sehingga penyakit-penyakit otak dengan aktivitas yang berlebihan bisa dihambat oleh teknologi cahaya tersebut. Demikian pula sebaliknya sel-sel saraf yang mengalami perlambatan aktivitas di otak bisa dirangsang atau diaktivasi, sehingga fungsi otaknya bisa kembali normal. Metode ini dipercaya lebih baik dan lebih menjanjikan dalam pengobatan secara spesifik fungsi otak, jika dibanding kerja metode pengobatan konvensional selama ini di Rumah Sakit, misalnya: Deep Brain Stimulation, Electro Convulsion Therapy. Sebagai mana diketahui, bahwa Otak terdiri dari milyaran sel saraf (neuron) yang saling berhubungan. Hubungan antara sel-sel saraf ini disebut Synapses. Pada hubungan sel saraf (synapses) terjadi melalui impuls listrik (electrical synapses) dan kimiawi yang berupa neurotransmitter sebagai bahan