Majalah Hidup Sehat Vol 15: Oktober 2017 - Page 13

Demikian pula aspek neurobiologi, dan proses psikologis serta sosial menjadi faktor pencetus. Para ahli dewasa ini, memfokuskan mencari tahu faktor pencetusnya pada peran neurobiology. Gejala yang kompleks telah memicu perdebatan tentang apakah diagnosis merupakan kelainan tunggal atau sejumlah sindrom. Pengobatan antipsikotik, yang terutama menekan dopamin (dan kadang-kadang serotonin) pada aktivitas reseptor system saraf. Psikoterapi dan rehabilitasi sosial juga penting dalam pengobatan. Dalam kasus yang lebih serius penderita ingin bunuh diri atau membunuh orang lain, harus dilakukan rawat inap. Kelainan ini diperkirakan terutama untuk memengaruhi kognisi, tetapi juga biasanya memberikan kontribusi untuk masalah kronis dengan perilaku dan emosi. Orang dengan skizofrenia cenderung memiliki kelainan psikologis tambahan, termasuk depresi berat dan gangguan kecemasan, hampir 50% masalah-masalah sosial, jangka panjang, kemiskinan pengangguran dan tunawisma. Harapan hidup rata-rata orang dengan gangguan tersebut adalah 12 sampai 15 tahun kurang daripada mereka orang normal, dan sekitar 5% di antaranya mempunyai kecenderungan bunuh diri. Perjalanan Penyakit: Kelainan Otak yang diperoleh pada awal kehidupan dapat menyebabkan gangguan jiwa berat. Bahkan gangguan yang berasal sejak kecil tetapi muncul pada saat dewasa, bisa berpengaruh pada tingkat keparahan penyakit dan menyebabkan psikosis, gangguan jiwa menyeluruh, dan perubahan kesadaran. Gangguan jiwa berat merupakan penyakit yang telah ditemukan sejak ribuan tahun yang lalu. Penyakit ini memiliki gejala yang khas pada penderita, berupa: 1. Tidak bisa membedakan antara kondisi yang nyata dan yang tidak nyata (halusinasi), 2. Biasanya juga berhubungan dengan masalah kecemasan (anxiety), depresi (depression), bahkan menjadi pencetus keinginan bunuh diri (suicidal ), 3. Sangat sensitif perasaannya dan tidak stabil (Irritable or tense feeling), Kelainan otak yang bermanisfestasi kelaianan jiwa menahun 4. Tidak bisa fokus dan berkonsentrasi, 5. Susah bahkan tidak bisa tertidur, 6. Pada tahap selanjutnya mengalami gangguan berpikir, perasaan, bahkan gangguan/kelainan tingkah laku (behavior disorder), seperti: mendengar dan melihat sesuatu yang tidak nyata, terisolasi dari dunia nyata, kehilangan perasaan atau empati terhadap orang lain, bahkan keyakinan terhadap sesuatu yang tidak nyata (delusion), kalau berbicara meloncat-loncat dengan topik yang tidak saling berhubungan (loose associations). Pengobatan Dewasa ini, dalam hal pengobatan gangguan jiwa berat, dengan jalan perwatan di Rumah Sakit Jiwa, hal ini demi keamanan pasien dan masyarakat sekitarnya. Selanjutnya diberikan obat antipsikotik, baik berupa obat kimia, maupun pengobatan supportive dan ECT (Electro Convulsive Therapy). Pada umumnya, obat antipsikotik mengubah keseimbangan kimia dan eletrolit, serta neurotransmitter di otak sehingga dapat membantu mengendalikan gejala, namun memberikan efek samping terhadap penderita. Pengobatan penunjang juga bermanfaat bagi banyak penyembuhan HidupSehatMedia.com | 13