Majalah Hidup Sehat Vol 15: Oktober 2017 - Page 12

Penyakit Jiwa Menahun Gambaran penyakit jiwa kronis Kalau melihat prevalensi dan peningkatan gangguan jiwa di dunia dewasa ini, telah terjadi peningkatan yang luar biasa dan sangat mengkhawatirkan. Menurut data dari WHO (World Health Organization) tahun 2011, penderita gangguan jiwa berat telah menempati tingkat yang luar biasa. Lebih 24 juta mengalami gangguan jiwa berat, dan pada tahun ini Indonesia menempati urutan pertama tertinggi penderita gangguan jiwa tersebut. Jumlah penderita Gangguan jiwa di dunia, memperlihatkan, seperti fenomena gunung es di lautan, yang kelihatannya hanya puncaknya, tetapi sebetulnya dasarnya lebih banyak lagi yang belum terdeteksi. Bahkan menurut laporan pusat piskiater Amerika, dibutuhkan dana sekitar 160 Billion Dollars US pertahun. Berarti gangguan jiwa berdampak dalam semua segi kehidupan; ekonomi, politik, sosial, cultural, keamanan, dan seterusnya. Gangguan jiwa berat merupakan penyakit mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dengan respons emosional yang buruk. Kondisi tersebut sering bermanifestasi sebagai halusinasi pendengaran, delusi paranoid atau hambatan berpikir, yang disertai disfungsi sosial, yang dalam istilah kedokteran disebut Schizophrenia. Skizofrenia dalam lingkup sosial, juga 12 | MAJALAH HIDUP SEHAT Oktober 2017 memberikan dampak yang mengerikan, bahkan di Indonesia, penderita gangguan jiwa berat tersebut, dirasakan sebagai suatu aib yang memalukan oleh keluarga dan lingkungannya. Sehingga penderita- penderitanya bahkan dipasung, diisolasi, dan dianggap sebagai penyakit kutukan dan gangguan setan atau makhluk halus. Padahal penyakit jiwa menahun, kemunculannya ditentukan oleh faktor Genetika dan lingkungan. Struktur otak normal [disebelah kiri] dan otak tidak sehat [sebelah kanan])