Majalah Hidup Sehat Vol 13: Agustus 2017 - Page 8

• Interpretasi level kebutuhan dan efektivitas obat tersebut Untuk obat-obatan yang mempunyai risiko yang tinggi dan sensitif, sebaiknya dokter yang memberikan resep memahami metode uji laboratorium untuk memantau tingkat obat. Jika obat tidak digunakan secara rasional, obat bahkan bisa berakibat fatal, misalnya menyebabkan Keracunan Obat Stevens Johnson Syndrome merupakan contoh yang sangat populer sebagai akibat keracunan obat yang ditandai dengan munculnya ruam, luka dan lecet yang sangat parah pada kulit, sering dalam bentuk atipikal (datar, tidak teratur) pada lesi tersebut. Demikian pula terjadi kerusakan selaput lendir (mulut, mata, dan daerah kelamin). Syndrome ini bisa berakhir dengan kematian yang mengenaskan. Akhirnya, kami Anjuran Penggunaan Obat Ada beberapa tips untuk mencegah keracunan obat, antara lain: 1. Konsumsilah obat sesuai anjuran dokter. 2. Jika menggunakan obat, perhatikan secara teliti etiket obat (aturan pakai, dosis, indikasi dan kontraindikasinya, usia penggunaan, masa berlaku dan kedaluwarsanya). 8 | MAJALAH HIDUP SEHAT Agustus 2017 3. Hindari mengonsumsi obat yang bisa menyebabkan ketergantungan, misalnya obat- obat narkotik, dan psikotropik lainnya. 4. Jika ada keluarga atau orang di sekitar yang menderita tanda keracunan obat, yaitu suatu tanda atau gejala berupa urtikaria (gatal- gatal), sesak napas, muntah-muntah, pusing, atau kesadaran menurun (pingsan), setelah mengonsumsi suatu obat, lakukan tindakan berikut: • Kurangi efek obat dengan meminum air putih • Hentikan mengonsumsi obat tersebut • Minum antihistamin atau antialergi yang dosisnya disesuaikan dengan usia penderita • Berikan bantuan pernapasan, jika terjadi sesak napas • Kalau penderita mengalami muntah dan diare, berikan larutan oralit (garam ¼ sendok teh ditambah 1 sendok gula manis yang dilarutkan dalam 1 gelas air putih) • Segera minta pertolongan dokter/paramedis terdekat. Semoga penjelasan di atas bermanafaat bagi bapak, dan para pembaca Majalah Hidup Sehat. Salam, Dr. Ikrar