Majalah Hidup Sehat Vol 10: Mei 2017 - Page 16

Jaringan Pengganti Organ TRANSPLANTASI ORGAN Transplantasi organ merupakan pemindahan organ seseorang ke tubuh orang lain. Dalam ilmu kedokteran, transplantasi dilakukan dengan tujuan mengganti organ penerima yang rusak atau tidak berfungsi lagi dengan organ ‘baru’ dari pendonor. Namun seiring perkembangan teknologi kesehatan, transplantasi juga bisa dilakukan lewat penciptaan organ yang berasal dari sel pasien sendiri, seperti stem cell, atau melalui ekstraksi dari organ gagal. Beberapa organ yang dapat ditransplantasi adalah jantung, ginjal, hati, paru-paru, pankreas, usus, timus, dan kulit. Demikian pula jaringan tulang, tendon, kornea mata, katup jantung, dan vena. Sejauh ini ginjal merupakan organ yang paling sering ditransplantasikan. Sebenarnya, pengobatan transplantasi merupakan salah satu bidang ilmu kedokteran modern yang paling menantang dan rumit. Karena sangat terkait dengan 16 | MAJALAH HIDUP SEHAT Mei 2017 beberapa faktor utama seperti penolakan tubuh penderita, sehingga terjadi kegagalan bersatunya organ tersebut dengan tubuh penderita. Reaksi penolakan tubuh penerima organ transplantasi ini dapat dikurangi melalui pemberian organ yang sama stereotipenya antara penerima dan donor, demikian pula dengan penggunaan obat immunosuppressant. Transplantasi juga menimbulkan sejumlah masalah bioethical, termasuk definisi kematian terkait (kapan waktu yang tepat untuk mengambil organ dari tubuh donor). Bagaimana persetujuan harus diberikan untuk organ transplantasi, bagaimana pembiayaan untuk organ transplantasi, serta isu-isu etis lainnya. Bahkan termasuk konteks sosial-ekonomi dan isu perdagangan organ. Transplantasi organ telah berlangsung selama berabad-abad. Pada abad ke 16, dokter ahli bedah Italia tercatat pertama kali mencoba melakukan operasi