Majalah Hidup Sehat Vol 10: Mei 2017 - Page 11

untuk SHARE Artikel atau Video ini klik www.HidupSehatMedia.com/86256 infeksi. Dewasa ini tersedia berbagai obat anti malaria, yang pengobatannya berdasarkan tingkat keparahan dan jenis parasit yang menginfeksi. Malaria berat diobati dengan penyuntikan kina secara intravena atau intramuscular, sejak pertengahan 2000-an juga telah tersedia Artesunat, yang merupakan obat anti malaria turunan Artemisinin. Pada kasus Malaria ringan umumnya diobati dengan obat oral. Hal ini juga sangat penting untuk memastikan asupan cairan terus-menerus sehingga tubuh tidak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan). Kina sulfat, Malarone, bersama dengan doksisiklin, diresepkan untuk masa satu minggu. VAKSINASI ANTI MALARIA Dewasa ini para dokter merekomendasikan pencegahan lebih baik daripada pengobatan malaria. Berbagai cara pencegahan dilakukan, mulai dari menggunakan obat-obatan (kemoprofilaksis), menggunakan kelambu, peringatan pada masyarakat yang akan berkunjung ke daerah rawan atau endemik malaria, hingga penggunaan vaksin. Vaksinasi adalah pemberian bahan antigenik (vaksin) untuk merangsang sistem kekebalan individu untuk mengembangkan kekebalan adaptif terhadap suatu penyakit. Vaksin dapat mencegah atau memperbaiki efek dari infeksi patogen. Vaksinasi umumnya dianggap sebagai metode yang paling efektif untuk mencegah Vaksin Anti Malaria Berbagai cara pencegahan dilakukan, mulai dari menggunakan obat-obatan (kemoprofilaksis), menggunakan kelambu, peringatan pada masyarakat yang akan berkunjung ke daerah rawan atau endemik malaria, hingga penggunaan vaksin. penyakit menular. Agen aktif dari vaksin ini bisa dalam bentuk (bakteri atau virus) yang utuh tetapi tidak aktif (non-infektif) atau dilemahkan (infektivitas dikurangi) sehingga tidak menyebabkan penyakit atau komponen yang telah dimurnikan dari bakteri atau virus tersebut. Banyak cara yang bisa digunakan dalam rangka untuk mencegah penyebaran penyakit, atau untuk melindungi masyarakat di daerah rawan malaria, termasuk dengan menggunakan obat-obatan profilaksis, pemberantasan nyamuk dan pencegahan gigitan nyamuk. Hasil penemuan yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine, edisi Oktober 2011, merilis berita yang sangat diharapkan, yaitu: telah ditemukan vaksin malaria dan diuji secara klinis terhadap ribuan masyarakat di rawan Malaria. Hasil menunjukkan bahwa (Vaccine-RTS-S/AS01) yang diujikan kepada lebih dari seribu orang tersebut, menunjukkan berkurangnya infeksi malaria lebih 50%, khususnya pada anak-anak usia 5 sampai 17 tahun. Sehingga di masa depan, dokter berkeyakinan bahwa keampuhan vaksin tersebut dapat digunakan untuk mengendalikan penyebaran penyakit malaria. (Dr. Ikrar, foto: dok. ist) Gambaran Klinik Penderita Malaria HidupSehatMedia.com | 11