Majalah Hidup Sehat Vol 10: Mei 2017 - Page 10

Mekanisme Penularan Plasmodium Malaria lewat Vektor Nyamuk vivax, plasmodium ovale, dan malariae plasmodium, umumnya merupakan penyakit ringan yang jarang berakibat fatal. Penularan malaria dapat dikurangi dengan mencegah gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu dan penyemprotan insektisida. Siklus hidup parasit malaria dalam tubuh manusia terjadi pada saat nyamuk menginfeksi seseorang dengan mengambil atau mengisap darah. Bersamaan saat mengisap darah tersebut, nyamuk menginfeksi sporozoit dengan memasukannya ke aliran darah dan bermigrasi ke hati. Sporozoit ini selanjutnya menginfeksi sel-sel hati (hepatosit), di mana mereka bisa berkembang biak menjadi merozoit, selanjutnya mengakibatkan pecahnya sel-sel hati, dan kemudian kembali ke aliran darah. Selanjutnya, merozoit menginfeksi sel darah merah, di mana mereka mengembang ke dalam bentuk cincin yang disebut trophozoites dan schizonts yang pada gilirannya menghasilkan merozoit lebih lanjut. GAMBARAN KLINIS Malaria ditandai dengan demam dan gejala seperti flu, termasuk menggigil, sakit kepala, sakit seluruh otot-otot tubuh (mialgia), dan merasa lemas (malaise). Gejala-gejala tersebut dapat terjadi pada fase interval. Demikian pula bisa menimbulkan komplikasi penyakit 10 | MAJALAH HIDUP SEHAT Mei 2017 yang berhubungan dengan anemia dan ikterus. Pada penyakit yang lebih berat, gejalanya antara lain: kejang, gangguan mental, gagal ginjal, gangguan pernapasan akut, koma, bahkan pada anak-anak yang menderita Malaria sering menunjukkan sikap yang abnormal, sebagai tanda kerusakan otak yang parah. Sehingga malaria dapat menyebabkan gangguan kognitif, terutama pada anak-anak akibat kerusakan neurologis atau otak, dan bisa berakhir dengan kematian. Gejala Malaria dapat berkembang mulai 7 hari (biasanya ≥ 14 hari) setelah terpapar oleh plasmodium. Diagnosa penyakit Malaria ditegakkan berdasarkan pemeriksaan mikroskop. Demikian pula dengan menggunakan teknik pemeriksaan mikroskop, dokter dapat menentukan spesies atau jenis parasit Malaria yang menghinggapi penderita. Pemeriksaan lainnya, deteksi antigen yang berasal dari parasit Malaria. Seperti imunologi (immunochromatographic) tes yang paling sering menggunakan format dipstick atau kaset dan memberikan hasil dalam 2-15 menit. Malaria dapat diobati secara efektif pada awal perjalanan penyakit, tetapi penundaan pengobatan dapat berakibat serius atau bahkan fatal. Pilihan pengobatan tergantung pada spesies Malaria, dan kemungkinan resistensi obat (berdasarkan di mana infeksi diperoleh), usia pasien, status kehamilan, dan tingkat keparahan