Majalah Digital Kabari Vol: 64 Juni - Juli 2012 - Page 41

Sejak itu teknologi formula EKD Ermina ini dimanfaatkannya untuk menolong s e s a m a , u t a m a n y a menyelamatkan alam yang kritis akibat terpapar obat dan pupuk kimia. Formula EKD ini menjadi biang fermentasi bahan organik untuk membuat pupuk, pakan, biopestisida, bioherbisida, pembersih lantai, hingga ramuan kecantikan alamiah dan penyembuh berbagai penyakit. Di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sudah diujikan dan berhasil pula menekan peredaran virus flu burung. “Saya ingin kearifan lokal budaya Dayak yang menyatukan diri dengan alam ini tetap abadi. Itu sebabnya, formula EKD yang saya kembangkan ini berasal dari Tuhan, maka saya persembahkan kembali untuk kebaikan alam dan kehidupan sesama,” tandas Ermina. SELALU SAKIT SEJAK KECIL Ermina menghabiskan masa kecil hingga dewasa di Palangkaraya, kota kecil yang berdiri di atas pasir dan dikelilingi hutan yang lebat. Ibunya seorang bidan, sedangkan ayahnya pegawai di kantor dinas pertanian. Jalan penghubung kota tersebut dengan daerah lain belum ada. Ermina lahir dan besar di sana. Fisiknya lemah dan ringkih. Berjalan saja ia bisa jatuh, lalu ototnya membiru. Berbilang kali gelas atau piring yang dipegangnya pecah, lantaran tangannya tak kuat menyangganya. “Kalau sakit, saya dipingit di kamar selagi Mama-Papa bekerja. Dipingit bukan dipersiapkan jadi Ratu atau Miss World lo, tapi mere