Majalah Digital Kabari Vol: 64 Juni - Juli 2012 - Page 40

kisah KECELAKAAN MENJADI TITIK BALIK KEHIDUPAN Ermina Komala Dara G ELIAT INDONESIA MENGUATKAN KETAHANAN PANGAN, LANGKAH YANG SANGAT TEPAT UNTUK MENANGKAL TERJADINYA KRISIS PANGAN DI TANAH AIR. Ermina Komala Dara (46), pengembang formula nutrisi EKD (yang diambil dari inisial namanya) mengajak kita semua mewujudkan kejayaan Indonesia sebagai negara agraris dan menjadi lumbung pangan bagi dunia. Kepada K ABARI, perempuan berdarah Dayak ini membagi kisah hidupnya. Kini alam raya mengalami perubahan iklim yang ekstrim, tak terkecuali di Indonesia. Siklus musim berubah, ada kalanya di satu daerah ditandai dengan curah hujan yang tinggi hingga terjadi banjir. Sebaliknya ada daerah yang didera kemarau panjang, sehingga berakhir pada ujung yang sama, yaitu panen gagal. Manusia juga yang rugi akibat ekosistem atau manajemen alam yang terganggu. Hal ini tentu tak dapat dibiarkan bila kita tak ingin bangsa kita mengalami krisis pangan seperti dialami masyarakat di Afrika Selatan, misalnya. Sungguh miris melihatnya. KEBAIKAN DARI ALAM UNTUK KEBAIKAN ALAM & SESAMA Melihat dampak yang dahsyat dari krisis pangan, sudah saatnya bertindak. “Indonesia negeri yang subur dan punya kekayaan alam luar biasa. Ini harus dikelola secara bersama dengan bijaksana untuk dapat mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara agraris. Juga agar kita menjadi lumbung pangan bagi bangsa-bangsa di dunia. Inilah yang kami sebut sebagai Indonesia Baru,” ujar Ermina di ruang Laporan Gratis: Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam imigrasi? Oleh Jason Lie, www.LaporanGratis.com/809 40 | KabariNews.com kerjanya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ermina optimis Indonesia Baru dapat terwujud asalkan semua pihak mau satu hati dan bahu-membahu melakukan yang terbaik. Setidaknya kita bisa tersemangati dengan apa yang dilakukan perempuan kelahiran Palangkaraya, 19 November ini. Bermula pada 1996, ketika anak ke-5 dari 6 bersaudara pasangan (alm) Jan Hadrianus Ratih-Nancy Sylvanus Ratih ini mulai menolong para petani cabai di Kalampangan, Palangkaraya. Tanaman cabai mereka kering diserang hama, dari batang hingga daunnya. Segala ikhtiar telah dilakukan dengan memakai obat-obat kimia, tetapi tidak berhasil. Ketika semua sudah angkat tangan, Ermina menawarkan bantuan untuk merawat tanaman cabai itu. “Alam telah memberi yang terbaik kepada manusia, dan manusia wajib mengembalikannya dengan yang terbaik pula. Bila ini yang dilakukan, saya yakin alam pun akan menghasilkan yang terbaik untuk manusia. Dan pohon cabai yang kering itu juga punya hak untuk disuguhi pupuk yang terbaik, bukan sekadar limbah,” ujarnya. Dimintanya petani mencari tanaman cabai yang sehat tersisa di lahan itu. Bila tanaman itu mampu bertahan berarti pada dirinya ada zat penangkal penyakit. Ermina pun membuat ekstrak dari tanaman cabai itu lalu dicampur dengan formula EKD yang dikembangkannya. Tiap hari larutan itu disemprotkan, dan sebulan kemudian, tanaman cabai yang kering-kerontang itu kembali menghijau dan berbuah! Ingin data rumah yang sedang di Foreclose atau Bank Owned? Silakan klik www.InvestRumah.com, CA Dept of Real Estate 01439375 Kabari guarantees the lowest ad rate with the best value.