Majalah Digital Kabari Vol: 64 Juni - Juli 2012 - Page 27

ORANG TUA: KUNCI DUNIA AKHIRAT Doa orang tua yang digumamkan dalam kesunyian, harapan-harapan mereka yang dituturkan dalam bentuk nasihat, adalah kunci pembuka keberhasilan anak.” Salah satu kekecewaan terbesar dalam sejarah keluarga saya, terjadi ketika beasiswa S3 Bapak ke Australia dibatalkan. Hikmahnya, ibu dan bapak tidak perlu hidup terpisah dan saya lahir sepuluh bulan setelahnya. Dua puluh empat tahun kemudian, saya memiliki kesempatan kuliah di Brisbane, menggenapkan misi Bapak yang tertunda dan mengobati kekecewaan Ibu yang telah dipendam. Selain Australia, ada benang merah yang menghubungkan perjalanan saya ke Paris dengan harapan orang tua. Bapak pernah ke Glasgow dan London. Sebenarnya ingin sekali ke Paris, mengikuti alur cerita ‘Kisah Dua Kota’ yang ditulis oleh Charles Dickens, sastrawan favoritnya. Momen istimewa di Paris juga menandai usia yang sama, ketika Ibu melahirkan saya sebagai anak ke tujuh di keluarga. Ibu rumah tangga penuh dedikasi, mendidik anak adalah investasi terbesarnya. Beliau tidak sempat menikmati pendidikan tinggi atau menjadi perempuan karier, tetapi beliau menikmati lewat sebelas anak-anaknya. Seluruh anaknya mengenyam pendidikan sarjana, separuhnya menyelesaikan S2 dan dua orang sedang S3. ENERGI POSITIF Untuk prestasi saya di Paris, tiga perempuan Indonesia telah memperoleh penghargaan sejenis sebelumnya. Membaca kisah mereka memberikan spirit dan inspirasi. Secara khusus yaitu Dr. Penia Kresnowati dari ITB yang memiliki peranan sangat penting. Beliau meminjamkan proposal yang menang empat tahun sebelumnya. Komentar negatif orang lain dapat kita ubah menjadi sesuatu yang positif. Segala keterbatasan membuat kita menjadi lebih tertantang, sebuah peluang untuk memiliki kreativitas lebih. Ketika ada orang yang meragukan bahwa saya mampu berprestasi di tingkat internasional, awalnya saya kecewa. Akhirnya malah menjadi bahan b