Majalah Digital Kabari Vol: 64 Juni - Juli 2012 - Page 24

khusus Arti 485 BAGI JAKARTA “A PA ARTI 4.., 8.., 5 BAGI JAKARTA? Artinya adalah, sarana kesehatan yang makin membaik. Adalah angka putus sekolah yang kian menurun ….. “ Itu bunyi sebuah iklan yang hampir tiap hari muncul di televisi Indonesia dan menceritakan apa saja yang telah dicapai oleh Jakarta dalam rangka ulang tahunnya. tergerus akibat tekanan sementara kelompok sipil, tanpa hadirnya aparat yang semestinya menjaga keamanan. 485 adalah “umur” Jakarta. Sosok yang mengucapkan iklan itu adalah Fauzi Bowo, Gubernur Jakarta sekarang. Banyak yang menduga, selain soal ulang tahun Jakarta yang jatuh pada 22 Juni, iklan itu merupakan salah satu cara bagi Foke – nama panggilan Fauzi Bowo, untuk berkampanye. Bagi Indonesia, Jakarta kota penting karena di sini lebih dari 70 persen uang beredar. Hal ini membawa dampak bagi hal lainnya, misalnya taraf dan gaya hidup masyarakatnya yang berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Begitu juga soal politik. Pemilihan Umum Daerah (Pilkada) Jakarta menjadi hal penting, karena akan berpengaruh bagi proses demokrasi di Indonesia. Bukan karena lebih penting dibanding daerah lain di Indonesia. Namun, karena letaknya sebagai ibukota Indonesia, maka perubahan politik dan pembangunan kota yang menonjol di Jakarta akan memberi dampak menyebar bagi perubahan ditempat-tempat lain. Ibarat melempar sebongkah batu tepat dititik tengah sebuah kolam, maka gelombangnya akan menyebar sampai ke pinggir. JAKARTA ADALAH TOLOK UKUR Masalah politik, sosial, ekonomi dan budaya begitu nyata terlihat di Jakarta, ikut menandai wajah Indonesia. Di bidang politik, bisa disaksikan, Jakarta menjadi contoh ketika demokrasi sering diselenggarakan tanpa tanggung jawab. Ketika demokrasi mensyaratkan hadirnya sebuah ruang publik yang bebas, rakyat Indonesia menyaksikan peristiwa baru–baru ini hal yang sebaliknya, 24 | KabariNews.com Pada bidang sosial-ekonomi yang seharusnya tercukupi dengan hadirnya sarana kota yang nyaman, masih meng hadapi mas alah kemacetan yang semakin parah. Pada bidang ekonomi, apabila proses politik dimaknai sebagai hadirnya kemakmuran yang lebih baik, namun keadaan Jakarta masih memprihatinkan. Kondisi perdagangan yang dikuasai oleh pemodal besar menjadikan Jakarta yang menurut banyak orang menguasai tujuh puluh persen keuangan nasional, tidak dinikmati oleh sebagian besar warganya yang bekerja di sektor informal sebagai pedagang kecil di pasar-pasar tradisional, akibat terdesak oleh mal dan plaza yang menjulang. Sejak tahun 1985 sampai saat ini tercatat sekitar 153 pasar-pasar tradisional di ibukota yang harus bersaing dengan merebaknya pasarpasar modern yang sampai tahun 2011 berjumlah 2162 minimarket. Di wilayah Jakarta, keberadaan minimarket Indomart selalu dibarengi dengan Alfamart di sekitarnya. Suatu persaingan yang sebenarnya tak sehat. Laju pertumbuhan pasar tidak seimbang, diikuti oleh situasi yang memprihatinkan atas kondisi tak terurus dan tak layak huni. Ini kelihatan sekali pada pasar tradisonal dan perumahan bagi kaum miskin Jakarta. Sukar membayangkan, sebuah kota besar yang memiliki kemandirian secara ekonomi, keleluasan berdagang bagi pemodal kecil, tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Dengan kondisi inilah, pilkada DKI Jakarta menjadi penting bagi sebuah titik awal perubahan di tingkat lokal Jakarta dan menyebar keseluruh pelosok tanah air. Dinamika yang berlangsung dalam pengelolaan kota Jakarta menjadi satu gambaran umum, bagaimana proses berkembangnya sebuah kota besar di negara berkembang dalam arus globalisasi. Kabari guarantees to have the best value for advertisers. No other Indonesian magazine in the U.S. can match Kabari. We have the FACTS. Call Kabari!