Majalah Digital Kabari Vol: 64 Juni - Juli 2012 - Page 21

yang tidak mengenal akhir.” PATUNG DIRGANTARA (PANCORAN) – BUNDARAN GATOT SUBROTO Dibandingkan dua patung sebelumnya, patung yang satu ini memang kurang menarik namun sering muncul di televisi dan menjadi salah satu simbol Jakarta. Ide pertama patung itu adalah dari Presiden Soekarno dan menggambarkan manusia angkasa, yang berar ti semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa. Untuk pembuatan patung itu, Soekarno menjual sebuah mobil pribadinya. Patung Dirgantara selesai pada akhir tahun 1966. PATUNG PAHLAWAN (TUGU TANI) Kebanyakan orang mengira dan menamakan patung ini Patung Petani atau Tugu Tani, karena sekilas menggambarkan pria terlihat seperti seorang petani dengan topi caping yang menyandang senapan sedangkan wanitanya, seorang ibu yang sedang memberikan sesuap nasi kepada sang pria. Patung yang berada di taman segitiga Menteng ini dibuat pematung Rusia bernama Matvel Manizer dan Otto Manizer. Patung ini dari bahan perunggu, dibuat di Uni Soviet dan kemudian didatangkan ke Jakarta dengan kapal laut sebagai hadiah. Diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1963 dengan menempelkan plakat yang berbunyi “Bangsa yang menghargai pahlawannya adalah bangsa yang besar”. Patung ini diharapkan oleh Bung Karno untuk menyemangati perjuangan merebut Irian Barat (Papua) PATUNG PEMUDA MEMBANGUN – BUNDARAN SENAYAN Pat ung ini dibuat s ebagai penghargaan untuk para pemuda dan pemudi dalam keikut sertaannya pada pembangunan Indonesia. Dilambangkan dengan seorang pemuda kuat yang memegang piring berisi api yang tak pernah padam KabariNews.com #64, Jun - Jul 2012 | 21