Majalah Digital Kabari Vol: 64 Juni - Juli 2012 - Page 10

utama Film Kolosal, Teknologi, HINGGA SUMBER DAYA MANUSIA menonton satu seri film. Film-film semacam itu sebenarnya amat penting untuk meningkatkan perasaan cinta masyarakat terhadap nilai-nilai lokal, heroisme, nasionalisme, demi menjaga nilai tradisi yang bisa dimanfaatkan dalam menghadapi nilai-nilai negatif dari budaya lain. Bahkan film semacam itu bisa membuat masyarakat paham akan sejarah dan cerita lokal Indonesia pada jaman dulu. I NDONESIA PERNAH KEBANJIRAN FILM KOLOSAL YANG BERKISAH TENTANG JAMAN KERAJAAN YANG MELIBATKAN BANYAK PEMAIN. TAHUN 1980-AN, FILM-FILM BIOSKOP SEPERTI SAUR SEPUH, KARMAPALA, PRAHARA PRABU SILIWANGI, TUTUR TINULAR, JAKA TINGKIR DAN LAIN-LAIN, PERNAH TUMBUH BAK JAMUR DI MUSIM HUJAN. Termasuk film-film yang berkisah tentang pendekar, seperti Si Buta Dari Gua Hantu, Wiro Sableng, Panji Tengkorak dan lain-lain. Film-film tersebut kebanyakan dibuat berseri, karena masyarakat penonton biasanya menunggu kisah tokoh di film berikutnya setelah Industri film luar negeri, termasuk Hongkong dan Hollywood, membuat film kolosal luar biasa berhasil. Hongkong membuat film yang berisi kisah Tiongkok jaman Kerajaan dengan para raja-raja, pendekar-pendekarnya, tokoh-tokohnya yang legendaris. Kalau kita menonton film Warlord, kita bisa melihat bagaimana perkasanya para panglima-panglima perang Tiongkok di masa lalu. KURS MATA UANG RUPIAH Sumber: Bank Indonesia, Update Terakhir 13 Juni 2012 MATA UANG BELI JUAL United States Dollar (USD) 9,408.00 9,502.00 Euro Rate (EUR) 11,744.95 11,867.05 British Pound (GBP) 14,625.68 14,775.61 Japanese Yen (JPY) 118.11 119.34 Australian Dollar (AUD) 9,346.85 9,444.99 10 | KabariNews.com Sementara itu, industri film Barat juga tak mau kalah dalam membuat film-film kolosal yang berguna sekali untuk membangk ]