iik Alumni Magazine ed.3 - Aug 2013 | Page 22

21 | Inspirations 5 TOKOH CILIK INSPIRASI DUNIA Berikut adalah beberapa tokoh pahlawan anak – anak, dengan beberapa diantaranya adalah anak – anak yang penuh dengan kekurangan. Namun, justru kekurangan itulah yang membuat mereka berjuang hingga akhirnya menjadi seorang tokoh pahlawan. Mari kita simak kisah perjuangan hidup para pahlawan cilik ini. 1 1. Anne Frank (1929 – 1945) Annelies Marie “Anne” Frank dikenal dunia melalui tulisannya di dalam buku hariannya. Buku hariannya sendiri berisi mengenai pengalaman hidupnya pada zaman pendudukan Nazi Jerman pada Perang Dunia Ke-2. Anne Frank adalah seorang gadis keturunan Jerman Yahudi. Pada tahun 1933, Anne sekeluarga pindah ke Amsterdam dalam rangka melarikan diri dari penjajahan Nazi di Jerman. Sayangnya, pada tahun 1940, Jerman berhasil menduduki Belanda. Ketika itu, Anne sekeluarga berhasil selamat karena bersembunyi di sebuah kamar rahasia yang terletak di Gedung Perkantoran ayahnya. Pada bulan Juli 1942, ada seorang pengkhianat yang membocorkan tempat persembunyian Anne sekeluarga kepada pihak Nazi. Sehingga akhirnya Anne Frank dan sekeluarga diangkut ke kamp konsentrasi Nazi. Anne Frank kemudian meninggal 7 bulan setelah penangkapan tersebut karena tifus. Ayahnya Anne yang bernama Otto Frank berhasil selamat dari kamp konsentrasi Nazi Jerman. Ketika Otto keluar dari kamp konsentrasi, ia membawa serta buku harian Anne. Buku harian Anne tentang pengalamannya di kamp konsentrasi itu dipublikasikan pada tahun 1947. Namun, baru setelah diterjemahkan dari bahasa Belanda ke bahasa Inggris, buku harian tersebut diterbitkan pada tahun 1952. Semenjak itu, buku harian Anne Frank yang diberi judul “The Diary of a Young Girl” menjadi salah satu buku paling bersejarah. Buku hariannya tidak hanya diakui kualitas tulisannya. Namun juga menjadi salah satu buku yang paling terkenal dalam sejarah Holocaust. 2. Samantha Smith (1972 – 1985) Samantha Reed Smith adalah seorang gadis Amerika yang dinobatkan sebagai Duta Besar Amerika termuda sekaligus seorang “Goodwill Ambassador”. Ketika Samantha masih berusia 10 tahun, ia menulis surat kepada pemimpin Uni Soviet,Yuri Andropov. Isi surat Samantha tak lain adalah rasa keingintahuannya tentang mengapa Uni Soviet berperang dengan pihak Amerika Serikat. Ketika itu, Amerika Serikat dan Uni Soviet memang sedang berada di era Perang Dingin (November 1982). Yang menarik, surat Samantha tersebut diterbitkan di koran Pravda Soviet. Samantha pun sangat senang melihat suratnya diterbitkan di sebuah koran. Setelah melalui beberapa proses, akhirnya surat Samantha pun dijawab Alumni Magz IIK Bhakti Wiyata | Agt - Okt 2013 2