Geo Energi januari 2014 - Page 48

CSr BNI Menyulap Pulau Sumba menuju Mandiri Energi Bank BNI turut prihatin terhadap ancaman krisis energi yang melanda tanah air. Oleh karenanya, BNI mendukung sepenuhnya Pulau Sumba sebagai ikon energi terbarukan. Oleh amanda puspita sari A 48 karena Pulau Sumba memiliki pesona alam yang menarik dan tak banyak orang menyadari bahwa Pulau Sumba ternyata menyimpan energi yang berlebih, khususnya energi terbarukan. Ke depan, ini akan memperkaya potensi alam yang indah sekaligus sebagai ikon pemanfaatan energi baru terbarukan yang merupakan bagian dari program pemerintah. Potensi yang begitu besar dari pulau ini membuat BNI tertarik mengalokasikan dana CSR-nya untuk mendukung program itu. “Di masa depan, kami ingin orang teringat pada berbagai macam energi baru terbarukan ketika mendengar Pulau Sumba,” ujar Sakariza Qori Hermawan, Kepala Divisi Pengembangan Bank Negara Indonesia (BNI) ketika ditemui GEO ENERGI di Kantor Pusat BNI, di Jakarta pada pertengahan November lalu. Pemikiran inilah yang melandasi BNI untuk melaksanakan program Corporate Community Responsibility (CCR, sebagai ganti istilah CSR) yang berfokus kepada energi baru terbarukan di Pulau Sumba. Mengapa BNI menaruh kepedulian terhadap energi terbarukan? Pertanyaan semacam itu mungkin sudah beberapa kali didapatkan oleh Sakariza. Jawabannya, menurut Sakariza, sederhana saja. BNI, sebagai sebuah perusahaan perbankan, memang berorientasi utama kepada peningkatan profit. Namun sebagai sebuah perusahaan BUMN, BNI memosisikan diri sebagai motor penggerak pemberdayaan masyarakat EDISI 39 / Tahun Iv / JANUARI 2014 istimewa pa yang melintas di benak Anda ketika mendengar Pulau Sumba? Sebagian orang akan mengingat peternakan kuda, sebagian lagi mungkin terbayang hamparan padang sabana yang membentang luas, serta perbukitan yang bersebelahan langsung dengan pantai, ada pula yang membayangkan sosok daerah tertinggal lengkap dengan kemiskinan yang menderanya. Itulah Pulau Sumba dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Saat ini pulau yang lebih kecil dari Pulau Bali itu telah ditetapkan sebagai Sumba Iconic Isand, di mana kelak, seluruh masyarakat di pulau ini menggunakan energi terbarukan. Pemilihan pulau ini cukup tepat,