Garuda Indonesia Colours Magazine May 2019 - Page 151

Garuda Indonesia / Review Garuda Indonesia's New Safety Procedure Video I/ Keselamatan merupakan prioritas utama dalam dunia penerbangan. Demi mencapai penerbangan yang aman dan nyaman, maskapai penerbangan dituntut untuk memiliki dan melakukan peragaan prosedur yang harus diikuti demi keselamatan para penumpang dan awak kabin. “Ini merupakan sebuah tantangan bagi Garuda Indonesia dalam membuat video prosedur keselamatan penerbangan yang baru setelah selama 10 tahun menggunakan video yang sama,” kata Manager Marketing Communication PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Annisa Nevitriana. Konten video yang edukatif dan sarat informasi ini, menurut Annisa, harus dapat dikemas dengan kreatif dan mengikuti perkembangan zaman sehingga menarik untuk ditonton oleh penumpang dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak muda. Safety is obviously the top priority in the world of aviation. To achieve safe and comfortable flights, airlines are required to have and perform procedures that must be followed for the safety of the passengers and the cabin crew. E/ This is a challenge for Garuda Indonesia to make a new flight safety procedure video after 10 years of using the same video, said Marketing Communication Manager of PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Annisa Nevitriana. The educational and information-packed video, according to Annisa, must be packaged creatively and with all the relevant up-to-the-minute information, in order to retain the interest of passengers of all ages and from all walks of life. In accordance with this requirement, the Garuda Indonesia safety procedure video was made using a different concept. In this video, flight safety procedure demos are shown with alternate settings in the aircraft cabin and in open spaces, said Creative Group Head of Havas Fachrudi Saleh. Uniquely, footage was shot on location at tourism destinations from the west to the east of Indonesia, including Padang, Toraja, Bromo, Bali and Raja Ampat. Despite the novel concept, according to the Film Director of Imagen Condro Wibowo, the initial purpose of making the video must still be conveyed clearly, namely educating passengers about safety procedures, including the use of seat belts, emergency procedures, and mobile phone use. With the new packaging and concept, this safety procedure video with a duration of four minutes and 30 seconds is expected to help achieve that goal, said the director. Sesuai kebutuhan ini, maka video prosedur keselamatan Garuda Indonesia dibuat dengan konsep yang berbeda dari video prosedur keselamatan pada umumnya. “Dalam video ini, demo prosedur keselamatan penerbangan dengan setting bergantian di dalam kabin pesawat dan di ruang terbuka,” kata Creative Group Head Havas Fachrudi Saleh. “Hal yang unik adalah ruang terbukanya mengambil lokasi destinasi-destinasi wisata domestik, dari ujung barat hingga timur Indonesia, termasuk Padang, Toraja, Bromo, Bali dan Raja Ampat.” Walau menampilkan konsep yang berbeda dan unik, menurut Film Director Imagen Condro Wibowo, tujuan awal pembuatan video ini tetap harus tersampaikan secara jelas, yaitu mengedukasi para penumpang tentang prosedur keselamatan, meliputi penggunaan seat belt, prosedur saat keadaan darurat, penggunaan telepon genggam dan lain-lain. “Dengan kemasan dan konsep baru, video prosedur keselamatan yang berdurasi empat menit 30 detik ini diharapkan dapat membantu mencapai tujuan tersebut,” kata sang sutradara. The educational and information-packed video, according to Annisa, must be packaged creatively and with all the relevant up-to-the-minute information, in order to retain the interest of passengers of all ages and from all walks of life. 149