Garuda Indonesia Colours Magazine May 2019 - Page 134

Business / Outlook Got multiple projects on the go on different platforms and languages? Quant Network uses the world’s first blockchain operating system that not only interconnects blockchains, but also existing networks to the blockchain, and facilitates the creation of mApps‚ – multi-chain applications. Quant was founded by Gilbert Veridian who, as Cheif Information Security Office for the Department of Health in the UK, saw the potential for blockchain to advance patient care. Quant is taking the angle that a company may end up with multiple blockchain dApps, and by using their Overledger, companies can integrate a multi-chain system that allows for multiple blockchains. As complex as that sounds, at its Quant X event in London last November, the company provided the details on its platform which reduces the (approx) eight-month lead time and $ms costs that enterprises can endure to get started on blockchain with just three lines of code in eight minutes. The market for blockchain technologies is expected to be around US$3 trillion by 2030, and there will be growing pains as SMEs, enterprises and startups seek the best ways to utilise the blockchain within their own ecospheres. Morpheus Lab’s CEO, Chuang Pei-Han, stated, ”The key to a good partnership is not always looking at surface-level value. Strategic planning and outlook help pick the right long-term partner. The basis of a partnership should always complement each company in term of needs.” Just as a business doesn’t need to focus on the design and build of its own office, there’s little need to start building your own blockchain. Getting started with a blockchain partner, who is heavily invested in ensuring the success of projects is the best commercial route a business can take. Blockchain partners exist to ensure your projects are correctly targeted, scalable and will speed up the time to market. 1. Morpheus Labs Application Library. 132 1 Melanjutkan artikel blockchain bulan lalu, Colours Business kali ini akan membahas bagaimana sebuah perusahaan memilih mitra blockchain. Blockchain adalah sistem penyimpanan data, atau teknologi buku besar terdistribusi yang tidak dapat diretas. Daftar “siapa memiliki apa” dibagikan dalam seluruh jaringan terdistribusi. Setiap transaksi dicatat dan disimpan dengan aman. Data yang direkam tidak dapat dihapus atau diubah, dan prosesnya tidak melibatkan pihak ketiga, karena pertukaran data terjadi secara instan. Manajemen data dengan biaya rendah, efisiensi tinggi, keamanan terbaik dan riwayat yang lengkap untuk audit dan kepatuhan (compliance) ini tentunya diperlukan dalam industri seperti asuransi, farmasi, pendidikan, logistik rantai pasok, real estat dan keuangan. Pertanyaannya, dari mana harus memulainya? Pada dasarnya, ada dua jenis blockchain, yakni jaringan publik dan jaringan berbasis izin. Blockchain publik contohnya adalah Bitcoin dan Ethereum. Jaringan ini besar dan terdesentralisasi dan siapa saja dapat berpartisipasi di tingkat mana pun. Tidak satu pun node dalam jaringan yang memegang kontrol, dan jaringan ini paling aman, karena transaksi yang sudah tercatat tidak bisa diubah lagi. Sebab, jaringan ini bersifat anonim dan tanpa izin (pengaturan siapa yang mengendalikan jaringan atau tindakannya). Sementara, contoh blockchain berbasis izin adalah Ripple dan Hyperledger, yang disebut juga blockchain Pribadi, Konsorsium atau Perusahaan. Jaringan ini dirancang agar anggota tertentu dapat ditunjuk untuk mengontrol dan memasukkan data dalam blockchain. Jadi, berbeda dengan jaringan publik yang anonim, jaringan ini perlu tahu siapa Anda. Transaksinya lebih cepat, dengan kapasistas lebih besar dan support kepatuhan yang lebih baik. Sebuah konsorsium dapat terdiri atas 20 perusahaan di dalamnya, sedangkan jaringan pribadi hanya satu perusahaan. Namun, keduanya dikendalikan oleh orang-orang yang diizinkan untuk melakukannya. Bagi perusahaan, jelas pilihannya adalah jaringan yang berbasis izin— karena menghindari anonimitas dan memerlukan kontrol. Dalam hubungan pemasok dengan vendor, misalnya, kedua pihak dapat melihat sebagian detail dari kontrak pintar. Namun, sebagai pemasok Anda tetap dapat merahasiakan biaya, sumber dan riwayat pengiriman dari vendor Anda. Penulis Fintech, Audrey Nesbitt mengatakan bahwa setelah Anda memilih antara blockchain publik atau berbasis izin, ada enam pertimbangan utama dalam membuat proyek blockchain: 1. Kebutuhan— dapatkah teknologi ini menyelesaikan permasalahan di dunia nyata? 2. Kapasitas—seiring pertumbuhan proyek, dapatkah jaringan blockchain mengakomodasinya? 3. Support Komunitas—support sangat penting, jadi pastikan seberapa mudah platform