Garuda Indonesia Colours Magazine March 2019 - Page 105

Travel | Sebangau 1 103 Sebangau di Kalimantan paling menarik dijelajahi lewat sungainya. 2 Dayak totem poles are often placed outside traditional homes for protection. 5 Senses – Sight ORANGUTANS Some beautiful moments are captured in the late afternoon in small traditional villages on the river. Dengan penerbangan kurang dari dua jam, Anda dapat meninggalkan hiruk pikuk Jakarta menuju tepian Sebangau di Kalimantan, yang terkenal dengan orang utannya. Di sini, Stephanie Brookes melakukan penjelajahan sungai yang eksotis. Sebagai rumah bagi populasi terbesar orang utan di dunia, Sebangau di Kalimantan paling menarik dijelajahi lewat sungainya. Di sinilah, Stephanie Brookes melakukan sebuah perjalanan yang eksotis. Saya memulai perjalanan ke Taman Nasional Sebangau saat hari beranjak senja. Bau tanah dari hutan rawa gambut menyambut, sementara saya memegang obor dengan erat, berusaha agar tidak tersandung dan jatuh ke rawa hitam di kedua sisi jalan yang sempit. Sadar bahwa tempat ini adalah sarang macan tutul, saya terus merapat dengan pemandu perjalanan kami. “Jangan bicara dan hati-hati melangkah,” pesannya. “Papan-papan ini bisa pecah sewaktu- waktu, tetapi jangan takut, ada saya di sini.” Setelah beberapa menit, kami menjumpai pohon besar tak jauh dari jalur rawa gambut. “Ini salah satu tempat di mana tim kami merekam kehidupan hewan nokturnal di hutan ini,” sang pemandu menjelaskan kepada kami dengan suara pelan. “Kalau beruntung, kita bisa melihat macan tutul malam ini, tetapi biasanya mereka menjaga jarak dari manusia. Orang utan sudah ada di sarangnya, di ketinggian pohon. Tetapi, kita masih bisa melihat tarsius atau rubah terbang.” Ia lalu menjelaskan bahwa taman rawa gambut seluas 5.300 km 2 yang terletak di Kalimantan Tengah ini memiliki beragam jenis satwa liar, termasuk 116 spesies burung dan 166 spesies flora. Setelah itu, kami meneruskan perjalanan dalam senyap. Pemandu mendengarkan dengan saksama suara hutan, suara serangga dan gemerisik dedaunan yang bisa berarti ada ular atau burung. Ia sesekali berbisik untuk menjelaskan tentang beberapa spesies penghuni hutan yang kurang dikenal, termasuk tumbuhan karnivora kantong semar, yang dinamakan demikian karena bentuknya menyerupai kantung. Serangga yang hinggap di tumbuhan ini akan terperangkap oleh cairan lengket di pangkalnya, untuk kemudian dicerna. Sampai di satu titik, sang pemandu berhenti dan memberi isyarat kepada kami untuk mendengar ke arah utara. Dari kejauhan, kami bisa mendengar suara samar-samar, yang menurut pemandu kami adalah suara kera ekor babi. When you come close to an orangutan in the wild, your heart invariably skips a beat. These large, gentle red apes are one of our closest relatives. In fact, we share 97 per cent of the same DNA. They are highly intelligent and possess an advanced ability to reason. Like human babies, a baby orangutan can cry and whimper, and it is the sweetest of sights to see them look tenderly, almost as if smiling, at their mothers. Saat Anda mendekati orang utan di alam liar, jantung Anda akan selalu berdegup kencang. Kera besar yang jinak ini adalah salah satu kerabat terdekat manusia. Faktanya, DNA manusia dan orang utan memiliki kesamaan 97%. Hewan ini sangat cerdas dan memiliki kemampuan berpikir yang tinggi. Seperti bayi manusia, bayi orang utan juga bisa menangis dan merengek. Pemandangan paling indah adalah saat melihat bayi orang utan memandang lembut, hampir seperti tersenyum, pada induknya.