Cakrawala Edisi 423 Tahun 2014 - Page 30

SEJARAH 30 sebagai cikal-bakal pasukan Kavaleri KKO AL di masa itu. lawan lapis baja yang ada di dunia pada saat itu. Dengan kemampuan yang dimiliki Tentara Indonesia saat itu merupakan angkatan perang yang unggul di wilayah Asia Tenggara, sehingga disegani oleh negara-negara tetangga. Perkembangan politik pada awal tahun 60-an, pada saat itu Negara Indonesia menghadapi berbagai kejadian bersejarah yang mendorong bidang militer untuk Satuan kavaleri Marinir setelah mengalami perubahan memperkuat jajaran guna menghadapi tantangan dan tugas yang dihadapi. Mengembalikan kedaulatan NKRI bidang organisasi maupun material tempur yang dimiliki dari Sabang sampai Merauke terutama wilayah Irian pada kurun waktu tahun 1962 sampai dengan tahun pada saat itu. Hubungan yang sedang dihadapi antara 1980-an, kemudian secara langsung terlibat pada setiap Negara Indonesia dengan Malaysia juga mengalami operasi tempur, muhibah maupun kegiatan pembinaan ketegangan, termasuk pemberontakan-pemberontakan satuan dalam rangka latihan maupun studi banding yang terjadi di dalam negeri sendiri, saat itu negara- dengan satuan lain, operasi tempur yang dilaksanakan negara besar berlomba-lomba mengembangkan dan adalah: Operasi Jaya Wijaya di Irian Barat (1962), Operasi Tumpas Penumpasan memproduksi peralatan DI/TII di Sulawesi tempurnya, salah satunya ......tuntutan prajurit kavaleri Selatan (1964), Operasi adalah kendaraan tempur Dwikora Konfrontasi amfibi buatan Negara Marinir yaitu Prajurit Kavaleri dengan Malaysia (1964 Uni Soviet. Kendaraan 1968), Operasi tempur ini sangat cocok yang menguasai otomotif, senjata, s.d. Penegak Penumpasan di medan Indonesia maka komunikasi, taktik dan beladiri. G.30 S/PKI (1965), Tentara Indonesia pada Operasi Seroja di Timorsaat itu memilih jenis material yang amfibi. Pada tahun 1961 Tentara Indonesia Timur (tergabung dalam Pasmar I s.d. IX). Di samping termasuk Angkatan Laut/KKO AL mengalami itu mendukung Program KJK Kadet AAL ke berbagai perubahan besar pada material tempurnya dengan negara dan latihan yang diadakan satuan-satuan baik di pengadaan baru dari Uni Soviet yaitu Tank Amfibi PT dalam negeri maupun di luar negeri. 76, BTR-50, Kapa K-61, dan BRDM yang merupakan Dalam rangka meningkatkan tingkat operasional kendaraan tempur modern pada saat itu. yang tinggi, pada tahun 1981 dilaksanakan pangadaan Tahun 1961 merupakan awal sejarah baru bagi satuan material tempur baru buatan Perancis yaitu AMX 10 Kavaleri Marinir, karena sejak tahun 1949 sebenarnya PAC (90mm) jenis tank kanon dan AMX 10P jenis tank telah memiliki Kesatuan Kavaleri Amfibi, masa itu angkut personel. Walaupun kedua jenis tank tersebut sebagai masa penggodokan kawah Candradimuka cikal merupakan jenis amfibi, pada beberapa kali uji latihan bakal prajurit-prajurit satuan Kavaleri selanjutnya dengan dan operasi untuk kemampuan di laut masih jauh menggunakan material tempur awal yang dimiliki (eks. dibandingkan dengan kendaraan tempur eks. Uni Soviet PD II) sebagai sarana untuk menanamkan doktrin jiwa yaitu PT.76 dan BTR 50P. Dengan kondisi mesin berada Kavaleri sejati. Validasi organisasi mengalami perubahan di bagian depan kendaraan tempur akan mengalami besar pada tanggal 17 Oktober 1961, Kesatuan Kavaleri hambatan pada saat melaju di air/laut, dari beberapa Amfibi secara resmi berdiri sesuai Surat Keputusan faktor penghambat tersebut maka Tank AMX 10 PAC Komandan KKO AL Nomor 3401.150, sehingga sejak (90mm) dan AMX 10P tidak dioperasikan di laut, namun untuk tugas-tugas pada operasi darat kedua kendaraan saat itu menjadi hari lahirnya Kavaleri Korps Marinir. tempur tersebut handal untuk digunakan. Teknologi kendaraan tempur jenis PT 76, BTR-50, Pada tahun 1985 Tank PT-76, BTR-50 Kapa-61 Kapa K-61, dan BRDM pada saat masuk ke Indonesia untuk digunakan TNI AD dan TNI AL (Marinir) dilaksanakan modifikasi dan retrofit pada peralatan merupakan kendaraan tempur amfibi buatan Uni Soviet, senjata dan mesinnya yang dilaksanakan oleh anak dengan teknologi yang dimiliki merupakan teknologi bangsa sendiri dan dapat di fungsikan untuk 25 tahun terbaru hasil dari pengembangan negara asal pada ke depan sehingga sampai dengan tahun 90-an kita pengalaman PD II. Daya gerak dan daya tembak yang tidak mengadakan penambahan material baru karena dimiliki mampu untuk menghadapi kekuatan-kekuatan material tempur hasil modifikasi dan retrofit tersebut