Cakrawala Edisi 423 Tahun 2014 - Page 21

S Prajurit TNI Angkatan Laut dalam Misi Maritim Task Force (MTF) etiap unsur Kapal Perang Republik Indonesia dan segenap prajurit TNI AL memang disiapkan untuk dapat mendukung operasi perdamaian dunia. Salah satu bukti keterlibatan kita dalam operasi perdamaian dunia, di antaranya, TNI AL mulai bergabung dalam Maritim Task Force (MTF)/United Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Sebenarnya, sejak tahun 1960 TNI AL yang diwakili oleh para prajurit Marinir telah aktif bergabung pada misimisi perdamaian di bawah bendera Dewan Keamanan PBB. Duta-duta terbaik bangsa ini bergabung dengan Kontingen Garuda. Mereka bertugas sebagai penjaga perdamaian di Kongo, Vietnam, Bosnia, Kamboja serta di beberapa negara lainnya. Pada perkembangan selanjutnya, TNI Angkatan Laut telah berhasil mengerahkan empat kapal perangnya dalam misi perdamaian Maritim Task Force (MTF)/ United Interim Force in Lebanon, masing-masing KRI Diponegoro-365 pada tahun 2009, KRI Frans Kaisiepo-368 tahun 2010, KRI Sultan Iskandar Muda367 tahun 2011, KRI Sultan Hasanuddin-366 tahun 2012, dan KRI Diponegoro yang kembali ke tanah air pada 9 Desember 2013 lalu. Keempat kapal perang tersebut merupakan jenis korvet kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modulary Approach) dari jajaran Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur. KRI Frans Kaisiepo-368 dalam penugasan MTF kedua kalinya, saat ini masih bertugas di perairan Lebanon. Satgas ini dipimpin oleh Letkol Laut (P) Ade Nanno Suwardi. Dalam satuan tugas ini bergabung 99 prajurit